Rabu, 29 Januari 2020

Warga Kalawat Minahasa Utara Sulawesi Utara, Minta Keadilan Ganti Rugi Project Pembangunan Bendungan dan Ruas Jalan Tol




Faktaexpose.com Jakarta -  Dugaan Penggusuran Tanah  terhadap masyarakat  Bitung dan Minahasa  Sulawesi Utara   untuk projek  pembangunan bendungan , dan Ruas Jalan Tol dengan triliunan rupiah membuat tangis Darah bagi masyarakat disekitar.

Pasalnya Proyek pembangunan bendungan Irigasi serta pelebaran untuk Ruas Jalan Tol membuat masyarakat nangis akibat pembayaran yang tidak sesuai diduga merugikan masyarakat.

Proyek penggusuran itu dimulai Tahun 2015  Hingga saat ini belum menemukan titik temu Dengan Harga yang diinginkan masyarakat.


"Bahkan nilai harga tanah berubah ubah di tahun 2015 Rp 17.000/meter , kemudian di tahun 2017 dibayar Rp 19.000 dan di tahun 2019 dibayar 21.000/meter padahal nilai harga lebih dari itu, Masyarakat menerima lahan yang di gusurnya untuk negara dan fasilitas umum, namun masyarakat menginginkan harga sesuai yang di inginkan," ucap Billy Sundah anak dari Rieke Sompie yang datang ke Jakarta minta keadilan.

Diduga proyek pembangunan Bendungan irigasi dan Tol Ruas pelebaran Jalan yang ada di Dua wilayah Banyak mafia ,oknum oknum yang terlibat dalam proyek pembangunan itu diduga menyusahkan masyarakat dengan melakukan pembayaran yang tidak sesuai dan semena mena.

Seperti halnya Lahan yang dimiliki oleh Ibu Rieke Sompie, 63.000 Ribu  meter  atau 6 Hektar dengan Estimasi Harga yang tidak Jelas Dengan putusan pengadilan  kini belum Jelas dalam proses pembayaran.

Lahan itu berada di Desa kuwil kawang kowan.kec Kalawat Minahasa Utara  Sulawesi Utara, Rabu (29/01)

Menurut Yopie kuasa Hukum  dari masyarakat Minahasa yang mengadakan pengaduan , " Jalan tol dengan luas Ribuan meter masyarakat yang memiliki kartu keluarga 5 KK tidak di kondisikan  dengan baik dimana  perjanjian harga yang berubah ubah

Berdirinya Waduk di wilayah Minahasa  membuat masyarakat merasa dirugikan dengan pembayaran yang tidak sesuai

Dan banyak masyarakat yang terkena penyakit Jantung dadakan akibat ketidak sesuaian dalam proses pembayaran Tanah,


Menurut advokasi Bale Nyahi  dari hasil investigasi beberapa bulan lalu kita menemukan keganjilan keganjilan dengan adanya dua  proyek pembangunan besar , seperti bendungan dan perluasan Jalan Tol  , tidak masuk akal dengan Harga yang ditawarkan oleh pihak penggusur," katanya

Masyarakat Minahasa yang tergusur dengan proyek Bendungan Irigasi merasa dirugikan dengan pembayaran yang Tidak sesuai," Jelas Vera

Kita harus bongkar mafia mafia Tanah yang beredar di proyek pekerjaan Bendungan, irigasi dan Perluasan Jalan Tol di dua lokasi wilayah yakni di desa kuil kecamatan kawang kohan Minahasa Utara, serta Bitung Manado," ucapnya

Saat konfresi pers dijalan Tebet dalam Barat Raya No 29  Bale Nyahi Jakarta Selatan.

Rieke Sompie  salah satu korban penggusuran menjelaskan  menduga bahwa nilai tim dari pihak pemerintah Tidak sesuai dengan undang-undang nomor 02  Tahun 2012 Tentang jual beli pertanahan dengan Harga standar nilai Jual ,"  Keluhnya

Saya berharap presiden Joko Widodo dapat membantu permasalahan yang terjadi di desa kami yang dimana aparatur pemerintah wilayah menzolimi kami ," Tutupnya didampingi Anak laki lakinya saat menjadi juru bicara dalam konfresi pers.


(Yons) 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Adbox