Sabtu, 04 April 2020

Dapat Asimilasi, Tujuh Anak Binaan LPKA I Tangerang Sujud Syukur




Faktaexpose.com Kota Tangerang - Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) kelas I Tangerang kembali mengeluarkan 7 (tujuh) anak binaan yang telah memenuhi syarat dan ketentuan untuk kembali ke keluarga masing-masing pasca mengikuti masa pembinaan.

Dalam meluapkan kegembiraan disebabkan mendapatkan kebebasan, ketujuh anak binaan ini nampak melakukan sujud syukur disaat hendak dijemput oleh masing-masing sanak keluarganya di lobby LPKA I Tangerang, Provinsi Banten, Jum'at (3/4/2020).

Kepala LPKA I Tangerang, Esty Wahyuningsih mengatakan, pihaknya mengeluarkan 7 (tujuh) anak binaan ini merupakan implementasi dari  Permenkumham No. 10 Tahun 2020 tentang 'Pemberian Asimilasi dan Hak Integrasi Bagi Narapidana dan Anak Dalam Rangka Pencegahan dan Penanggulangan Penyebaran Covid-19.

"Termasuk Surat Edaran Dirjenpas Nomor : PAS-497.PK.01.04.04 TAHUN 2020, tentang Pengeluaran dan Pembebasan Narapidana dan Anak Melalui Asimilasi dan Integrasi Dalam Rangka Pencegahan dan Penanggulangan dan Penyebaran Covid-19," katanya.

Menurut Esty, syarat dan ketentuan untuk anak binaan yang bisa asimilasi dari LPKA I Tangerang, diantaranya berkelakuan baik dan telah mengikuti seluruh kegiatan pembinaan serta telah menjalani pembinaan selama 3 (tiga) bulan di LPKA yang ia pimpin tersebut.

"Hari ini, kami telah memulangkan 7 anak untuk proses pemberian asimilasi di rumah. Dan kemarin kami memulangkan 37 anak binaan," terang Esty, di sela-sela memberikan nasehat dan himbauan kepada para anak binaan yang dipulangkan dalam program asimilasi tersebut.


Lebih jauh, Esty berpesan terhadap kerabat dan para anak binaan untuk senantiasa mematuhi himbauan pemerintah seputar upaya memutus mata rantai penularan pandemi Covid 19, yakni diam di rumah serta menghindari tempat keramaian termasuk Physical Distacing (menjaga jarak terhadap lawan bicara-red).

"Diharapakan agar mengikuti himbauan pemerintah untuk tetap di rumah masing-masing, supaya tidak terkena virus covid 19 dan tetap melakukan komunikasi dengan pihak Bapas dalam rangka pembimbingan dan pengawasannya hingga nanti menjelang bebas murni," pungkasnya.
(Red/pri)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Adbox