Senin, 18 Mei 2020

Peserta Penerima Baznas Bazis Jakarta Timur Terbanyak Ikut Doa Bersama Gubernur dan BAZNAS BAZIS DKI




Faktaexpose.com Jakarta- Koordinator BAZNAS BAZIS Jakarta Timur Aminudin saat ditanya  wartawan lewat phonselnya, Senin (18/5/20) menjelaskan bahwa dirinya secara online mengikuti acara Provinsi DKI Jakarta bersama BAZNAS BAZIS DKI Jakarta menyelenggarakan  khataman Al Qur'an dan doa bersama secara online, Jumat (15/5/2020) malam.

Acara tersebut diikuti sekitar 5.000 orang terdiri   dari guru ngaji , merbot, ulama dan para penerima  bea siswa BAZNAS BAZIS DKI Jakarta bersama  Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Ketua BAZNAS (BAZIS) DKI Jakarta Luthfi Fathullah, Syekh Ali Jaber  dan para walikota termasuk Walikota Jakarta Timur Muhammad Anwar.

Acara  tersebut bertajuk “Khatam Qur'an & Doa Bersama Cegah Corona”  yang sekaligus acara  final lomba adzan se-DKI Jakarta tingkat SD dan Madrasah Ibtidaiyah (MI).

Dari peserta acara tersebut kata Aminudin,  Jakarta Timur merupakan yang terbanyak yaitu 2.400 dari 5.000 peserta se DKI Jakarta yang terdiri dari 5  kota administrasi dan satu kabupaten Kepulauan Seribu.
Itu karena hasil ZIS di Jakarta Timur  tahun  2019 terbanyak se DKI Jakarta.
Jumlah 2.400 itu terdiri dari 1.200 merbot masjid dan 1.200 guru ngaji.
"Mereka itu dari kelurahan dan kecamatan  se Jakarfa Timur," tambah Amin.

Di samping itu ada lagi yang dibantu BAZNAS BAZIS Jakarta Timur yaitu 200 orang khotib @ Rp 1 juta dan 40 orang Ulama kharismatik @ Rp 2 juta.
Dengan demikian bantuan yang segera disalurkan di Jakarta Timur Rp 2,68 Miliar.


Dalam kesempatan itu ketua BAZNAS (BAZIS) DKI Jakarta KH Lutfi Fathullah mengatakan doa bersama ini diniatkan untuk memohon kepada Allah untuk segera dibebaskan dari Covid-19.
“Dengan kekuatan doa, insya Allah Covid-19 akan segera berlalu, Allah bisa menyelesaikan masalah ini dengan cepat,” kata Lutfi.

Menurut Lutfi BAZNAS (BAZIS) DKI Jakarta telah menyalurkan 75.000 paket sembako dan Rp 6 miliar bantuan langsung tunai (BLT) kepada korban terdampak Covid-19. Di samping itu
segera menyalurkan bantuan kepada 5.000 guru ngaji dan marbot masjid se-DKI Jakarta. “Tiap orang Rp 1 juta sehingga total Rp 5 miliar,” katanya.

Gubernur Anies Baswedan dalam sambutannya menyampaikan bulan Ramadan adalah bulan pendidikan untuk menghadapi satu tahun ke depan. Karena itu selesai Ramadan diharapkan semua yang telah menjalankan kewajibannya termasuk orang-orang yang  muttaqin

"Pandemi Covid-19 telah menjadikan Ramadan tahun ini terasa berbeda dari tahun-tahun sebelumnya," kata Gubernur Anies.

Yaitu umat Islam harus melaksanakan kegiatan ibadah Ramadan sendiri-sendiri atau bersama keluarga  di rumah saja.
Namun begitu keadaan ini kata Gubernur Anies mirip dengan Ramadan pada zaman Rasulullah SAW. Yaitu Rasulullah hanya beberapa kali salat tarawih di masjid, selebihnya lebih banyak melaksanakannya di rumah.

Namun Anies Baswedan menegaskan  Pemprov DKI Jakarta telah berusaha keras menghentikan penyebaran Covid-19. Diingatkan warga hendaknya bisa membedakan antara sebab dan akibat dalam pandemi ini.

“Akibat yang kita rasakan kita tidak bisa berinteraksi kegiatan keagamaan di masjid, tidak bisa berinteraksi kegiatan perekonomian, tidak bisa berinteraksi akan seni dan budaya, itu semua akibat. Sebabnya adalah masalah kesehatan,” pungkasnya

Sedangkan Syekh Ali Jaber dalam tausiahnya mengajak umat Islam membiasakan diri dengan bacaan Al Quran dan menkhatamkannya.(red/Ichsan)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Adbox