Senin, 25 Mei 2020

Yang Saling Merindu Lebaran Di Tengah Covid-19



Lebaran kali ini bakal tidak seperti biasanya. Ada ratusan ribu ibu tak bisa bersua anaknya, ada juga kakek tak bisa ketemu cucunya, bahkan ada suami yang bisa jadi tak bisa ketemu istri dan anak-anaknya.

Bahkan ada yang satu kota namun sudah beberapa minggu hingga 2 bulan menahan rindu.

Mereka itulah petugas medis yang lebih menjaga diri dari resiko tertular. Teman-teman, nampaknya ini ujian bagi kita semua, ujian bagi manusia beriman. Apakah kita mampu melewati ini semua? Percayalah, Allah memberi ujian sesuai dengan kemampuan kita. Pemerintah maupun Gugus Tugas lebih pada ke penjabaran teknisnya.

MUI dan juga tokoh agama menyarankan hal yang sama. Bagi daerah yang hijau atau komunitas yang tidak tercampur dengan masyarakat luar, silahkan bila ingin menyelenggarakan Shalat Ied.

Kita tidak hanya rindu orang tua kita, keluarga kita, teman sekampung kita, reuni teman SD atau SMP, reuni genk saat remaja, nuansa lebaran, masjid kita, berjamaah bahkan mungkin kita merindu makanan khas di kota asal kita. Tahan, tahan sejenak.

Percayalah, akan ada hikmah atas semua hal yang ada saat ini.

Bila kita belum mendapat atau melihat apa hikmahnya bisa jadi kemampuan kita yang terbatas. Atau memang Tuhan belum menunjukkan pada kita. 

Percayalah, kebaikan akan tetap berada dalam kebaikan. 

Jauhkan prasangka atau persepsi negatif atas beberapa pembatasan kerumunan. Setidaknya cek lingkungan kita, adakah yang terkena makin banyak, berkurang atau stagnan?

Percayalah, kita semua rindu hidup normal.

(Yon/Dwa

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Adbox