Senin, 06 Juli 2020

Meskipun Peraturan PSBB Sudah Dicabut Gubernur Anies, Namun Masih Jarang Masjid di Jaktim Adakan Taklim




Faktaexpose.com Jakarta- Meskipun Gubernur DKI Jakarta telah mencabut ketentuan Pengaturan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan memberlakukan Transisi atau New Nornal sejak 11 Juni 2020 dengan mengizinkan kembali kegiatan beribadah berjamaah di Masjid - Masjid walaupun masih dibatasi 50% dari kapasitas tempat ibadahnya.

Namun masih sedikit  pengurus Dewan Kemakmuran  Masjid (DKM) di Jakarta Timur yang menyelenggarakan taklim atau kajian agama di masjidnya. Hal ini terkait berbagai hal di antaranya kondisi keuangan dan  kemampuan DKM masing masing." Demikian dikemukakan Kepala Sub Bagian Pendidikan Mental Spiritual (Dikmental) Jakarta Timur Drs Dwi Busara. Hal itu dibenarkan oleh pengamat budaya Jakarta H Abu Galih, Minggu (5/7/2020).


Selanjutnya Kepala Sub Bagian Pendidikan Mental Spiritual (Dikmental) Jakarta Timur Drs Dwi Busara.Kasubbag Dikmental Jakarta Timur, Dwi Busara mengatakan berdasarkan SK Walikota Jakarta Timur nomor 400/2020 tertanggal 12 Juni 2020, ada 13  Rukun Warga (RW) dari 8 Kelurahan yang masih rawan Covid-19 atau zona merah. Karena itu terhadap RW tersebut diberlakukan  Pengendalian Ketat Berskala Lokal (PKBL),  yaitu meliputi RW 07 Bidara Cina, RW 02 Kampung Melayu, RW 01 dan RW 04 Cipinang Muara, RW 07 Pondok Bambu, RW 04 dan RW 05 Malaka Sari, RW 05 dan RW 09 Malaka Jaya dan RW 10 Kelurahan Gedong , Kecamatan Pasar Rebo.

"Namun tiap hari kondisi itu dievaluasi terus perkembangannya. Sekarang ini tinggal 2 RW saja yang zona merah. Penentuan tersebut wewenang Bagian Tata Pemerintahan atau Tapem," kata Dwi Busara

Lanjutnya dikatakan Dwi Busara tercatat di seluruh Jakarta Timur terdapat sekitar 700 RW dari  65 kelurahan yang saat ini terdapat 1.087 masjid.

Di lain pihak H Abu Galih mengungkapkan, pada umumnya masjid yang DKM nya sudah siap,  segera membuka masjidnya untuk solat Jumat dan solat rowatib berjamaah dengan tetap menjalankan protokol kesehatan. Namun kenyataanya masih ada masjid yang tutup.

"Masjid di Rumah Susun Perumnas Klender belum buka. Padahal masjid itu aman untuk solat bila saya lewat di situ pas waktunya tiba," ujar Ichsan Sekjen FWJ  warga Cakung yang sering melintas di kawasan tersebut.


Sementara itu Kelurahan Malaka Jaya bersama Dewan Masjid Indonesia (DMI) setempat mengadakan Suling (Solat Subuh Keliling) di Masjid Nurul Islam.
Demikian pula pengurus Masjid Darul Arqam di RW 03 Malaka Jaya mengadakan taklim perdana paska PSBB  dengan Ustadz DR H Abdul Manaf Panjaitan. Kajian yang disampaikan berjudul  'Ibadah dan Ketaatan Menolak Bala'.

Ketua DKM Darul Arqam H Suprapto maupun Wakilnya Nur Yahya menjelaskan,  taklim ini tidak serta merta diikuti taklim rutin berikutnya.
"Tergantung kondisi keuangan dan lainnya," kata mereka senada.

Lain lagi dengan Masjid Salafiyah Al Ihsan di RW 09 Cakung Barat. Sejak berakhirnya PSBB,  taklim rutin siang hari dibuka kembali terutama kajian mengenai nahwu shorof atau tata bahasa ilmu Al Quran.
"Seharusnya Ahad pagi ini ada kajian, tetapi diliburkan. Untuk taklim malam hari insyaaAllah mulai malam Rabu (7/7/2020) nanti," kata KH Ahmad Hifzillah.

Kajian yang diselenggarakan Rabu pagi yl dihadiri sekirar 200 peserta putra dan putri. "Ada yang dari Priok dan Kelapa Gading," tambahnya.

Ponpes Salaf Al Ihsan membangun masjid baru yang diresmikan Gubernur DKI Anies Rasyid Baswedan pada September 2017 silam. Hingga kini masjid itu cukup makmur dengan kegiatan taklim.

Beda lagi dengan masjid As'Syakirin di RW 08 dan masjjd Darul Ilmi di RW 011 hingga kini belum menyelenggarakan taklim  rutin. "Masih belum ada taklim atau kajian," kata Ketua RW 011 Pondok Bambu, H Joko Martono.(red/Ichsan)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Adbox