Kamis, 27 Agustus 2020

120 Warga Jaktim Ikuti Bimtek Wira Usaha Baru Industri Kecil Menengah




Faktaexpose.com JAKARTA - Sebanyak 120 warga Jakarta Timur perwakilan dari 10 Kecamatan di wilayah Jakarta Timur, mengikuti kegiatan Bimbingan Teknis Wira Usaha Baru Industri Kecil Menengah (WUB IKM) dalam rangka kegiatan penumbuhan dan pengembangan wirausaha baru industri kecil menengah, pada hari Selasa (25/8/2020).


Adapun kegiatan ini dilaksanakan oleh Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka, Kementerian Perindustrian bekerjasama dengan Dinas Perindustraian Perdagangan Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Provinsi DKI Jakarta.


Bimbingan Teknis dilaksanakan selama 4 hari dari tanggal 25 - 28 Agustus 2020 yang bertempat di Hotel Holiday Inn, Hotel Balairung dan Hotel Oasis Amir di wilayah Jakarta Timur, adapun pemberian materi teknis baik teori dan praktek akan dilaksanakan secara offline di lokasi masing-masing komoditi.


Koordinator kegiatan Bimtek WUB IKM Heru Subagja Kasubag Tata Usaha Direktorat IKM Logam Mesin, Eletronik dan Alat Angkut Kementerian Perindustrian Republik Indonesia mengatakan," Bimbingan Teknis ini ada 6 jeni kegiatan diantaranya Bimbingan Teknis Wirausaha Baru Pembuatan Furniture dari Kayu, Bimbingan Teknis Wira Usaha Baru IKM Makanan Ringan, Bimbingan  Teknis Wira Usaha Baru IKM Pakaian Jadi, Bimbingan Teknis Wira Usaha Baru IKM Service AC, dan Bimbinhan Teknis Wira Usaha Baru IKM Perbengkelan Sepeda Motor.


"Tujuan kegiatan WUB IKM dalam rangka menumbuhkan dan mengembangkan Industri Kecil, agar Industri Kecil Menengah di Jakarta menjadi maju dan berkembang, karena kota Jakarta adalah pusat industri, jadi kami ingin Industri Kecil Menengah juga bisa maju,"katanya.


Heru menjelaskan,"Karena ini lagi masa pandemi covid-19, jadi kami fokus untuk mengembangkan Industri Kecil Menengah yang berada di Jakarta Timur, karena IKM merupakan tulang punggung perekonomian negara Indonesia, sehingga jika IKM maju dan berkembang otomatis Perekonomian Indonesia mudah bangkit.


"Karena IKM biasanya dimulai dari masyarakat menengah ke bawah, jadi jika masyarakat menengah ke bawah punya penghasilan yang cukup, dan punya keterampilan mereka bisa meningkatkan perekonomian daerah dan perekonomian nasional,"jelasnya.


Heru menambahkan,"Kami memilih keenam jenis IKM karena inilah yang paling banyak di masyarakat,  dan betul-betul sangat berkembang , sehingga keterampilan para IKM harus kami perhatikan,  sehingga mereka bisa memproduksi lebiha baik, dan otomatis penghasilan mereka juga bisa meningkat.


"Diharapkan para peserta yang ikut Bimtek ini, seluruh peserta dapat meningkat pengetahuan mereka dan keterampilan mereka, sehingga mereka bisa mengembangkan usaha mereka,"tutupnya.(red/Ichsan)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Adbox