Jumat, 18 September 2020

Ohoh Kades Bertato Asal Desa Purwasaba Banjarnegara Disukai Warganya


Faktaexpose.com BANJARNEGARA - Sosok Kepala Desa Purwasaba Kecamatan Mandiraja, Banjarnegara Welas Yuni Nugroho alias Hoho Alkaf menghiasi media sosial akhir-akhir ini.

Kades muda alumnus Universitas Sultan Agung (Unisula) Semarang itu viral karena penampilannya yang tak biasa.

Sekujur tubuhnya dipenuhi tato. Termasuk tangan dan kakinya. Tinggal beberapa bagian anggota badannya, termasuk wajah putihnya yang masih bersih dari tato.

Punya banyak tato di tubuhnya tak membuat Welas  Hoho dijauhi masyarakat.
Hoho malah sangat dicintai dan terpilih sebagai kepala Desa, Desa Purwasaba. Kecamatan Mandiraja, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah.

Perubahan dalam hidupnya dimulai saat dirinya menikahi perempuan pilihan hatinya, Setelah menjadi seorang suami dan seorang ayah Hoho mulai meninggalkan kebiasaan lamanya tersebut. Dorongan untuk berubah semakin kuat setelah kedua orangtuanya meninggal dunia.

"Ayah saya meninggal dan dimakamkan di Mekah," katanya. 



Ada empat gambar Geisha yang melekat di berbagai bagian tubuh Hoho,  Yang paling besar ada di punggungnya. Di punggung, tampak tato geisha tengah mengayunkan pedang.

Holo Alkaf adalah pejabat bertato yang sangat dicintai oleh warganya.
Yah, dia bukan preman, tapi kepala desa betulan.
Holo Alkaf anak bungsu dari 4 bersaudara pasangan suami istri dari almarhum Siswoyo Siswoharsono dan almarhumah Sri Hartati.
Holo Alkaf masih muda, segar dan keren di mata warganya.
Karena bertato dianggap pernah bersalah atau kurang baik. Namun anggapan itu mulai berubah.

"Saya sebagai kepala desa harus bisa menjadi bapak dari masyarakat desa Purwasaba," kata Holo Alkaf.
"Dan dengan jabatan, saya akan mengabdikan seluruh jiwa raga dengan segala kemampuan yang saya miliki untuk masyarakat Desa Purwasaba ke arah yang lebih baik daripada pendahulu saya," kata dia lagi.


"Di desa Purwasaba bukan hanya saya yang mempunyai tato, akan tetapi ada perangkat lain yang bertato dan disukai olah warganya. Jadi anggapan tentang orang bertato yang identik dengan kriminal dan preman itu saya anggap hanya oknum saja," paparnya panjang lebar.

Kini Holo Alkaf mengklaim lagi menempuh pendidikan S2 di Universitas Jenderal Soedirman. Dia juga mengklaim ingin membeli mobil ambulans untuk warga desa."Dengan uang saya sendiri bukan menggunakan uang desa," singkatnya.

Di mata warga, Holo Alkaf adalah seorang pemimpin yang sangat baik walaupun bertato.
Hidup pak lurah...

(Yons/red)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Adbox