Selasa, 06 Oktober 2020

Dampak Covid-19, Pengguna Kendaraan Uji KIR Di UP PKB Kedaung Angke Turun 50%

JAKARTA - Penyebaran covid-19 di DKI Jakarta sejak 6 bulan kemari mengakibatkan dampak perekonomian sangat menurun bagi warga Jakarta

 Pemprov DKI melakukan pemberlakuan PSBB ( Pemberlakuan Sosial Berskala Besar ) untuk memutus mata rantai virus Covid-19, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melakukan tersebut untuk menyelamatkan warganya dari tertularnya virus covid-19.

Namun sejak hampir adannya wabah virus covid-19,sejak 6 bulan terakhir mengakibatkan dampak perekonomian masyarakat menurun

Bahkan sebagian masyarakat melupakan kewajibannya untuk uji KIR kendaraan yang  masa waktunya berlakunya sudah habis.

Faktaexpose.com selasa siang mendatangi kantor Uji KIR UP PKB Kedaung Angke Jakarta Barat memantau bagi pengguna kendaraan  Uji KIR, selasa (6/10).

Di ruang kerja Afandi salaku Kasatpel PKB Kedaung Angke mangatakan, sejak hampir 6 bulan kebelakang angka penurunan bagi pengguna kendaraan uji Kir  turun 40% - 50% dengan alasan faktor adanya pandemi covid-19 dan di berlakukannya PSBB.
 
Menurut perhitungan kami, dimana di sini ada 7 jalur untuk kendaraan yang akan KiR, setiap jalur 110 kendaraan, artinya jumlah seharus normal 770 kendaraan yang Uji KIR.

Kemarin di awal september saja  hanya 459 dan sampai akhir bulan September hanya 300 an bahkan sampai oktober ini hajya 250 an kendaraan yang melakukan uji kir.

Padahal Pemerintah sudah menurunkan 50%  wajib bayar pajak uji kendaraan, karena pemerintah memberikan kopensasi keringan berupa pengurangan pajak sebesar 50% sebagai bentuk kepedulian pemerintah terhadap situasi ekonomi saat ini dg adanya covid-19, menyebabkan dampak perekonomian masyarakat menurun " ujar Afandi.

Masih ia katakan, dengan di Berlakukannya PSBB di DKI Jakarta
Berdampak Berkurangnya kendaraan Yang memasuki DKI Jakarta sehingga berkurang pengawasan di lapangan serta pengecekan dan penindakan dikarenakan pembatasan kendaraan berdampak banyak nya perusahan membatasi kendaraan serta menunda operasional dikarenakan perusahan yg di tuju tutup sementara, sehingga masyarakat enggan atau menunda untuk melakukan uji KIR kendaraannya.

Dan tetap kami imbau agar masyarakat untuk  melakukan kewajibannya uji KIR kendaraan untuk menjaga keselamatan pengemudi serta pengguna jalan lainnya   artinya kita jangan hanya memikirkan wabah covid-19 tapi melupakan  keselamatan dalam berkendara, 
dan tidak lupa tetap kita lakukan protokol kesehatan dari pencegahan bahaya covid-19" tutup KA UP PKB Kedaung Angke.

(Yons)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Adbox