Sabtu, 31 Oktober 2020

Kelik Wirawan, Staff Khusus Menteri LHK dampingi Dirjen KSDAE KLHK Ir. Wiratno Msc. Ke Taman Nasional Komodo dalam Rangka Penataan Sarpras Loh Buaya, di Zona Pemanfaatan, Pulau Rinca



Jakarta – Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR)  akan melakukan pembangunan sarana dan prasarana pendukung pariwisata, salah satunya di Pulau Rinca, Taman Nasional Komodo. Penataan  Kawasan Pulau Rinca  secara menyeluruh di Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Labuan Bajo di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).



Untuk melindungi Taman Nasional Komodo sebagai World Heritage Site UNESCO yang memiliki Outstanding Universal Value (OUV), Kementerian PUPR melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (Ditjen SDA) dan Ditjen Cipta Karya melaksanakan penataan kawasan Pulau Rinca dengan penuh kehati-hatian. Dalam hal ini, Kementerian PUPR bekerja sama dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) melalui Ditjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) yang ditandai dengan penandatanganan kerja sama pada 15 Juli 2020. 

Saat ini penataan Pulau Rinca tengah memasuki tahap pembongkaran bangunan eksisting dan pembuangan puing, pembersihan pile cap, dan pembuatan tiang pancang. Untuk keselamatan pekerja dan perlindungan terhadap satwa komodo, telah dilakukan pemagaran pada kantor direksi, bedeng pekerja, material, lokasi pembesian, pusat informasi, dan penginapan ranger.

Dalam rangka tersebut, Kelik Wirawan, Staff Khusus Menteri LHK  mendampingi Dirjen KSDAE KLHK, Ir. Wiratno Msc., beserta Prof. Winarni, Staff Ahli Menteri LHK., melakukan kunjungan kerja ke Pulau Komodo, Sabtu 31/10/2020. Meskipun penataan Kawasan Pulau Rinca dilaksanakan, namum tetap melindungi habibat Komodo.


Wiratno mengatakan,” Izin Lingkungan Hidup terhadap kegiatan Penataan Kawasan Pulau Rinca di Desa Pasir Panjang, Kecamatan Komodo Kabupaten Manggarai Barat telah terbit pada 4 September 2020 berdasarkan Peraturan Menteri LHK No 16 Tahun 2012 tentang Pedoman Penyusunan Dokumen Lingkungan Hidup yang telah memperhatikan dampak pembangunan terhadap habitat dan perilaku Komodo”, ujar Wiratno.

 Untuk itu dalam kunjungan kerja nya Wiratno berharap habitat Komodo tetap lindungi, meskipun pembangunan penataan Kawasan Pulau Rinca sedang dilaksanakan. (dea/Red)



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Adbox