Rabu, 21 Oktober 2020

Toga Dan Tomas Muara Angke, Berharap Para Peserta Unras UU Cipta Kerja, Saat Aksi Hindari Anarkis Jangan Di Manfaatkan Provokator




JAKARTA - Gelombang unjuk rasa penolakan Omnibus Law UU Cipta Kerja oleh massa kaum Buruh dan Mahasiswa beberapa hari kemarin mendatangi ke Istana Negara Jakarta.

Dari gelombang unras tersebut tidak di inginkan adanya kegaduhan dan anarkis dari para peserta unras apalagi di tunggangi provokator yang memanfaatkan situasi tersebut, karena akan merugikan kita semua, jika terjadi hal hal yang membuat kita tidak nyaman, diungkapkan Warnita WR (55) tokoh masyarakat warga Muara Angke,Jakarta Utara,  rabu (21/10).

Dirinya kembali katakan, Unjuk rasa silahkan karena itu haq masyarakat di dalam negara Demokrasi untuk menyampaikan aspirasinya yang di lindungi undang undang, tapi tetap kita jaga keamanan dan kenyamanan umum dan jangan sampai di manfaatkan provokator.

"Kita hormati para petugas kepolisian yang mengamankan kegiatan pengunjuk rasa dan masyarakat lainnya, dan juga saya imbau para pelajar untuk tidak ikut ikutan berunjuk rasa, saya khawatir para pelajar mereka mudah terpancing dan cepat emosionalnya, lebih baik kita berkarya dan belajar.

Ditempat terpisah Khusaeri (53) tokoh agama dan pengasuh yayasan pesantren Nurul Bahri Muara Angke mengatakan, unjuk rasa tidak dilarang karena dilindungi undang undang, namun kita jaga ketertiban umum dengan aman, apalagi susana sekarang kita dalam menghadapi pandemi covid-19.

Dan jangan sampai di tunggangi penyusup yang membuat kegaduhan menimbulkan ketidak nyamanan pada masyarakat lainnya, dan saya imbau bagi peserta unras jika tidak puas dengan undang yang telah di bahas anggota Dewan silahkan ajukan ke yang berwenang." ujar Khusaeri.

Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok Akbp. Ahrie Sonta melalui Kasubag Humas Akp Suparyono menyamapikan saat di hubungi wartawan, Kami selaku dari Polres Pelabuhan Tanjung Priok, berterima kasih kepada warga Muara Angke, yang telah memberikan keamanan dan kenyamanan di wilayah disaat sedang  ramai adanya pengunjuk rasa penolakan UU Cipta Kerja.

Dan warga Muara Angke masih tetap menjalani aktifitas biasa tidak turun ikut berunjuk rasa sehingga keadaan Kamtibmas tetap kondusif." tutup Suparyono.

(yons)

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Adbox