Jumat, 13 November 2020

Kepulangan Habib Rizieq Tokoh FPI di Sambut Meriah Pendukungnya Hal Yang Wajar,Ini Kata Kata Kaspudin Nor Pakar Hukum dan Advokat Senior



Faktaexpose.com JAKARTA – Siapapun Warga Negara Indonesia yang pulang ke Tanah Air adalah hal yang wajar dan biasa, sehingga tidak perlu diributkan, 


Begitu pula dengan kembalinya tokoh Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab setelah menetap di Saudi Arabia selama 3 tahun. Karena itu, merupakan hak Habib Rizieq karena dia merupakan Warga Indonesia yang sah.


Hal itu disampaikan oleh Kaspudin Nor, Ketua Umum Landas Indonesia ( Lembaga Aspirasi dan Analisis Strategis Indonesia ) dalam menanggapi berbagai komentar dan spekulasi  tentang kedatangan Habib Rizieq pada Selasa lalu bersama keluarganya.


“Habib Rizieq. Beliau masih warga Indonesia yang sah. Jadi haknya dan tak perlu dimasalahkan dan ditafsirkan hal yang tidak perlu dengan kepulangan beliau. Itu merupakan masalah yang biasa saja bagi siapapun warga Indonesia yang tinggal diluar negeri dan pulang kembali ke Tanah Air,” kata Kaspudin Nor, Kamis (13/11/2020).


Menurut akademisi dan Advokat senior ini, sambutan yang begitu meriah dari simpatisan FPI atas pulangnya Rizieq juga merupakan hak para pendukung.


Sebab kata dia, tidak ada Undang Undang yang bisa melarang para pendukung untuk menyambut tokoh yang mereka hormati.


Yang terpenting kata Kaspudin, para pendukung itu tidak melakukan tindakan yang anarkis dan juga tidak menimbulkan kerusuhan.


“Wajar saja Habib Rizieq disambut ribuan pendukungnya. Itu tandanya dia mampu menghimpun simpatisan demikian besar. Itu tentu atas perjuangannya yang cukup panjang, sehingga dia mampu mendapat pendukung puluhan ribu,” papar Kaspudin.


Saat ditanya tanggapannya tentang adanya suara dari sejumlah tokoh agar mempertemukan Habib Rizieq dengan Presiden Jokowi duduk bersama untuk mencairkan suasana, Kaspudin mengatakan sah-sah saja jika memang ada wacana ke arah sana negeri ini butuh tokoh besar untuk duduk bersama demi kemajuan bangsa dan negara,.


Namun Kaspudin mengingatkan bahwa pertemuan tersebut tidak bisa harus memaksakan pendapat yang sama, karena perbedaan pendapat itu di lindungi undang undang, sehingga jika masing-masing pihak punya pendapat dan keyakinan masing masing dalam argumen politik itu biasa dan biarlah masyarakat yang menilai.


Tambah Kaspudin," Berargumen dan berbeda pendapat dalam arena politik adalah merupakan hal yang wajar, akan tetapi  dalam berargumen dan perbedaan pendapat itu tidak menjadikan permusuhan dan juga jangan sampai memecah belah NKRI.


Kaspudin juga mengimbau agar pemerintah menampung semua kritikan dari masyarakat darimanapun datangnya untuk di jadikan masukan dan bahan evaluasi untuk mendapatkan solusi persoalan bangsa kedepan lebih baik. Demikian menurut pendapat Kaspudin.(red)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Adbox