Minggu, 15 November 2020

Launching State of Islamic Economy Report 2020/2021


Faktaexpose com - Jakarta, 17 November 2020 Indonesia Halal Lifestyle Center (IHLC) kembali menggelar peluncuran State Islamic Economy  Report  2020/2021.  Laporan  yang  dibuat  oleh  Lembaga  research  DinarStandard tahun ini istimewa. Mengingat Kondisi pandemic global telah menggeser kenormalan baru. Keistimewaan tersebut tidak hanya terkait konten laporan yang diluncurkannya, tetapi juga bagaimana  prosesi peluncuran ini dilakukan. Pada  tahun sebelumnya, peluncuran  laporan ini  dilakukan  dalam  prosesi  pertemuan  antara  Lembaga  reset  dan  pengguna  hasil  riset. Namun kali ini peluncuran dilakukan secara hybrid dan Konsekutif. Hybrid  dimaksudkan merupakan kegiatan  yang  memadukan  pertemuan  maya  dan pertemuan  nyata.  Pertemuan  maya  yang  sekarang  ini  kita  telah  terbiasa  melakukannya secara  virtual  online,  menjadi  istimewa  karena  secara  maya  kegiatan  ini  dilakukan  di 11 negarasecara berurutan (consecutive). Diluncurkan dinegara tempat research ini dilakukandi UEApada tanggal Senin, 16 November 2020, Indonesia menjadi negara pertama penerima peluncuran report. Pada hari Selasa, 17 November 2020, Malaysia, Rabu 18 November 2020, Maroko19 November 2020, Spanyol, Senin 23November 2020, Nigeria 25 November 2020, India 26 November 2020, Singapore 2 Desember 2020, London 15November 2020, Turki 23 Desember dan Jepang 26 Januari2021. Sementara  pertemuan  nyata(Offline)di Jakartadilaksanakan  pada  hari  Selasa,  17 November 2020 bertempat di Hotel Raffles, Kuningan Jakarta. Dalam pertemuan yang masih mengedepankan kepatuhan protocol Kesehatan dalam masa pandemik, akan menghadirkan 30 pimpinan dan lembaga  penggerak  ekonomi Islam Indonesia. Seperti MUI,  KNEKS, MES, IAEI,  NU,  Muhammadiyah,  Universitas-universitas  terkemuka  di  Indonesia  yang  saat  ini telah  memilih  konsentrasi  penjurusan  keilmuan  Ekonomi  dan  Bisnis  Syariah,  Seperti  IPB, Unpad, IAIN seluruh Indonesia dan Kampus-kampus Universitas terkemuka lainnya. Selanjutnya  pelaku  ekonomi  halal  darisejumlah  sektor  halalberkembang  seperti makanan dan minuman, modest fashion,farmasi, kosmetik, Pariwisata, Media dan rekreasi akan  bergabung  dalam  acara.  Ditargetkan  kehadiran  peserta  pada  event  maya  mencapai 1000 peserta. Selain Peserta-peserta hybrid dari 11 negara lainnya. Keistimewaan lainnya yang   dihadirkan   pada   peluncuran   Global   Islamic   Economy   Report   2020/2021   yang dilaksanakan di Indonesia adalah kesediaan Bapak Wakil Presiden Republik Indonesia KH. Ma’ruf  Amin.  Hal  ini  menandakan  keseriusan  Indonesia  untuk  mendedikasikan pengembangan  ekonomi  halal.  Bukan  saja  untuk  berkembang  di  Indonesia,  tetapi  bercita-cita   menjadi   pemimpin   ekonomi   halal   dunia.   Keberadaan   Indonesia   dalam   kancah perekonomian global seperti menjadi satu-satunya negara di Kawasan Asia Tenggara yang masuk dalam kelompok negara G-20. Sehingga tidak menutup kemungkinan Indonesia akan menjadi ranking teratasbesar negara pemimpin perekonomian islam Global



Ditahun sebelumnya Indonesia berada  di peringkat 5 karena  posisi Indonesia  lebih sebagai  negara  konsumen.  Namun  dengan   keseriusan   pemerintah  Indonesia,  menjadi kemungkinan  dan  menjadi  semangat bersama  untuk  Indonesia  menjadi  negara  produsen produk halal terbesar dunia, sehingga menjadi negara yang memimpin perekonomian islam dunia. Bonus demografi muslim bukan hanya berperan dalam fungsi konsumsi, tetapi juga berperan dalam fungsi produksi. Tahun  ini  pencapaian  besar  Indonesia  akan  diumumkan  oleh  DinarStandard,  yang proses  Panjang  penelitiannya  ini  didanai  oleh Dubai  Islamic Economy  Development (DIEDC)yang berdiri di tahun 2013, dan merupakan Lembaga pemerintahan UEA yang telah memimpin    transformasi    pembangunan    perekonomian    Dubai.    Lembaga    setingkat kementerian  ini  memiliki  tanggung  jawab  dalam  menentukan  investasi  pembangunan Dubai, UEA dan penentu kebijakan pembangunan perekonomian Islam dunia. Untuk itu CEO DIEDC H.E.   Abdulla   Muhammad   Al   Awaar,   juga   memastikan   kehadirannya   dalam  peluncuran report prestasi Indonesia kepada Bapak Wakil Presiden Republik Indonesia, K.H Ma’ruf Amin. Dalam  pernyataanya,  Chairman Indonesia  Halal  Lifestyle  Center, Sapta  Nirwandarmenyatakan bahwa “setiap  tahunnya IHLC berkolaborasi  dengan  DinarStandard  untuk meluncurkan  report  terpercaya  dalam  ekonomi  islam. Menginagt  laporan  inilah  yang menjadi rujukan    dan menjadi masukan    dan    usulan    untuk    pembuatan    kebijakan pengembangan ekonomi Islam di Indonesia”. Apa  dan  bagaimana  arah  pembangunan  bisa  dilakukan.  Untuk  itu  dalam  rangkaian peluncuran  ini  akan  dihadirkan  laporan  Best  Practice  Indonesia  dalam  pengembangan sector-sektor    potensial    berkembang    majunya    perekonomian    Islam.    Seperti    Sektor Keuangan, LinkAjayang merupakan perusahaan keuangan berbasis teknologi (Fintek) siap untuk berbagi kisah semangat suksesnya. Dilanjutkan dengan upaya Bank Rakyat Indonesia dalam  menaik  kelaskan  mtra-mitra  UMKM binaannya  untuk  maju  dalam  pentas  produk berkualitas skala global. Tidak ketinggalan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif Indonesia yang merupakan sektor yang dapat menjadi penggerak perekonomian islam Indonesia yang siap  tampil  di  panggung  Internasional.  Didukung  dengan  potensi  makanan  halal  nya  yang dapat  menjadi  alasan  wisatawan  muslim  berkunjung  ke  Indonesia,  serta  surga  belanja modest fashion yang telah dirajai oleh Indonesia. Selanjutnya Sapta  Nirwandar,  Chairman  Indonesia  Halal  Lifestyle  akan  memandu acara Report Talks yang dihadiri sejumlah pakar ekonomi IslamdiantarnyaGunawanYasni, Munifah Syahwani dan Irfan Syauqi Beikdi tempat peluncuran nyata (offline,yang bertempat di  Hotel  Raffles  Kuningan  Jakarta,  yang  telah  dipilih  Raja  Salman  menjadi  hotel  selama kunjungan  kenegaraannya  beberapa  tahun  lalu.  Report  talk  dilakukan  untuk  menemu pahami lebih dalam point-point penting tindak lanjutyang Indonesia dapat lakukan Bersama berdasarkan dari  hasil  capaian  yang  dilaporkan  dalam  State  of  Islamic  Economy 2020 / 2021.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Adbox