Rabu, 13 Januari 2021

DKPP Berhentikan Arief Budiman Dari Ketua KPU



JAKARTA -  Dewan Kehormatan Penyelanggara Pemilu (DKPP) memutuskan memberhentikan Arief Budiman dari jabatannya sebagai Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU). Apa alasan DKPP mengeluarkan putusan ini.

Putusan tersebut dibacakan dalam sidang DKPP yang digelar disiarkan secara daring. Ketua DKPP Muhammad menyatakan menjatuhkan sanksi peringatan keras terakhir dan pemberhentian Arief sebagai Ketua KPU, rabu (13/01/2021)

Dalam putusan itu DKPP juga mengabulkan pengaduan dari pengadu sebagian. Kemudian memerintahkan KPU untuk melaksanakan putusan ini paling lama tujuh hari sejak putusan dibacakan.

Arief diduga melanggar kode etik dan pedoman penyelenggara pemilu, saat mendampingi Anggota KPU RI Evi Novida Ginting Manik yang kala itu diberhentikan DKPP pada 18 Maret 2020. Evi mendaftarkan gugatan ke PTUN Jakarta.

Sebelumnya, terjadi polemik di antara para penyelenggara pemilu. DKPP sempat memutus pemecatan Evi dari jabatan Komisioner KPU RI karena diduga melanggar kode etik ihwal suara di Pileg 2019.

Putusan DKPP itu pun dijalankan Presiden RI. Presiden Jokowi menerbitkan surat pemecatan Evi. Namun surat itu dibawa Evi ke PTUN Jakarta.

Pada 23 Juli 2020, PTUN Jakarta membatalkan surat pemecatan Evi. Ia pun kembali menjadi komisioner pada Agustus 2020.

Pendampingan itu dilakukan pada 17 April 2020, atau hampir sebulan setelah DKPP menjatuhkan sanksi pemberhentian tetap kepada Evi.

Pengadu bernama Jupri juga mendalilkan Arief telah membuat keputusan yang diduga melampaui kewenangannya yakni menerbitkan surat KPU RI Nomor 665/SDM.13.SD/05/KPU/VIII/2020 tanggal 18 Agustus 2020.


(red)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Adbox